Tipe Flow Meter menurut Cara Kerjanya

https://inaparts.com/measurement/flow-measurement/artikel-flow-meter/tipe-flow-meter-menurut-cara-kerjanya/

Pemilihan dari jenis serta tipe flow meter biasanya disesuaikan dengan jenis fluida yang akan diukur, kondisi lingkungan, besarnya aliran serta yang paling penting adlah tingkat akurasi dari pembacaan flow meter. Berikut model dan tipe flow meter menurut cara kerjanya :

Ultrasonic Flow Meter

Ultrasonic flow meter merupakan alat meter dengan cara kerja mengukur selisih waktu transit (differential transit time), dengan mengukur waktu transit pulsa suara pada frekuensi yang tinggi (high-frequency sound pulses) yang melintas pada pipa beraliran fluida.

Waktu transit adalah waktu yang diperlukan pulsa suara yang melintasi pipa dalam dua arah, yaitu searah dan berlawanan arah dengan arah aliran. Selisih waktu antara keduanya tersebut sebanding dengan rata-rata kecepatan alir cairan.  Karena pengukuran aliran berdasarkan waktu transit, maka metode ini disebut juga dengan ultrasonic transit time flow meter.

Flowma Flowmasonic WUF 620 CF Clamp On Ultrasonic Flow Meter
Flowma Flowmasonic WUF 620 CF Clamp On Ultrasonic Flow Meter

Ultrasonic flowmeter adalah sebuah alat yang diperlukan untuk mengukur kecepatan aliran, volume, aliran masa dari cairan atau gas dengan karakteristik mudah dipindah-pindah, sehingga populer dengan sebutan Portable Ultrasonic flow meter.

Ultrasonic flow meter sejauh ini dibuat dalam segala type dan range aplikasi dari transmit waktu atau Doppler sebagi aliran dasar atau aliran fluid, rendahnya anemometer untuk menggambarkan mahalnya gas alam sebagai aplikasi transfer tahanan. Harga untuk sebuah ultrasonic flow meter bisa berkisar antara USD 25 sampai USD 150.000 tergantung pada aplikasinya dan juga ada yang hand held ultrasonic flow meter.

Sebuah Ultrasonic flow meter akan dikategorikan kedalam type Doppler (yang mana digunakan untuk menggeser prinsip Doppler). Atau peralatan pemindahan waktu yang berupa mengukur selisih waktu.Perbedaan ini kemungkinan telah membawa alasan yang cukup simple untuk mengklasifikasikan ultrasonic dengan mudah dalam industri. Dalam hal ini Doppler flow meter yang mana terdapat Doppler shift yang diukur dengan menggunakan gelombang continue pada frekuensi yang tetap atau variasi seperti perubahan yang terjadi dalam Doppler shift yang diukur dengan menggunakan getaran.

Pada Ultrasonic flow meter Transmisi dari gelombang yang melewati sensor secara tidak langsung berhubungan dengan fluida dinamakan non contact type. Beberapa informasi mengklasifikasikan tipe yang baru sebagai “phase shift” dan dibandingkan dengan type lama dilihat pada starting meter menggunakan “transit time“ dan yang lainnya menggunakan “Correlation transit time“

Sekarang dibuat kombinasi antara kedua transit tadi dengan teknologi ultrasound, hal ini memungkinkan untuk mengetahui secara tepat seberapa banyak fungsi dan kalkulasi dari teknik yang aktual.

Dan cara pengoprasiannya juga cukup sederhana tinggal diikat ke pipa yang akan diukur flownya. Sedangkan untuk keluaran dari flow meter bisa hanya dibaca pada display dan juga ada yang dilengkapi dengan printer sehingga hasil pengukuran dapat langsung disimpan berupa hard copy dan ada juga hasil pengukuran disimpan pada memory card berupa soft copy yang bisa langsung dibaca oleh komputer dengan menggunakan card reader.

Glass Tube Flow Meter

Glass tube flow meter pada dasarnya merupakan jenis variable area flow meter atau rotameter yang dimana cara kerjanya tergantung pada luasan penampang tube, Pada aplikasinya material dari jenis flow meter ini tersedia beberapa jenis dari material stainless steel, pvc, teflon hingga alumunium.

Glass tube flow meter banyak digunakan untuk aplikasi pemasangan dengan sistem vertikal dan besaran flow rate bisa langsung di baca. Biasanya menggunakan tabung kaca yang mana bahan dari kaca cukup baik yaitu pyrex glass. Jenis Glass tube flow meter ini banyak digunakan ketika installasi pipa cairan tidak mempunyai area horisontal yang  sehingga tidak terlalu membutuhkan area yang luas.

Untuk aplikasinya, Glass tube flow meter hanya maksimal pada temperature 120 derajat celcius. Sedangkan pressure maksimal pada jenis ini tidak terlalu tinggi hanya pada kisaran 10 bar, Jenis Glass tube flow meter ini hanya tersedia untuk fluida berupa  untuk jenis liquid dan gas. Ketika kita menginginkan untuk pressure working yang lebih tinggi, di kisaran hingga 60 bar bisa digunakan jenis metal tube flow meter.

Akurasi dari flowmeter glass tube biasanya tidak begitu presisi dan maksimal kapasitas flow rate terbatas pada ukuran tabung DN100. Untuk koneksinya sendiri biasanya hnaya ada 3 yaitu menggunakan ulir, flange dan triclap.

Baca Juga : Coriolis Mass Flow Meter

Pengukur aliran area variabel dasar adalah tipe indikasi Glass Tube Flow Meter. Tabungnya dibuat dengan presisi dari kaca borosilikat, dan pelampungnya dibuat secara presisi dari logam, kaca atau plastik. Pelampung logam biasanya terbuat dari baja tahan karat untuk memberikan ketahanan terhadap korosi. Pelampung memiliki tepi meteran yang tajam di mana pembacaan diamati dengan menggunakan skala yang dipasang di samping tabung.

Fitting ujung dan sambungan dari berbagai bahan dan gaya tersedia. Elemen penting adalah tabung dan pelampung, sering disebut kombinasi tabung dan pelampung, karena bagian meteran inilah yang menyediakan pengukuran. Faktanya, kombinasi tabung kaca dan pelampung baja tahan karat yang serupa umumnya tersedia, terlepas dari jenis casing atau fitting ujung yang dapat diminta aplikasi, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan sebaik-baiknya…read more

Source: Indonesia Industrial Parts – Measurement, Equipment, Electrical & Control (inaparts.com)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s