Langkah dan Cara Instalasi Flow Meter Ultrasonic

Jenis ultrasonic flow meter adalah satu satunya jenis jenis flow meter yang mempunyai tipe pemasangan secara clamp on, yaitu pemasangan flow meter tidak harus memotong atau melubangi pipa, tapi cukup menempelkan sensor ultrasonic atau transducer di permukaan luar pipa dan diikuti dengan clamp atau di ikat.

Flow meter jenis clamp on ini ada yang diinstal secara permanen dan juga ada yang bisa digunakan secara portable yang banyak digunakan untuk pengetesan aliran dalam pipa.  Flow meter clamp ono ini bisa dipasang untuk segala jenis material pipa maupun untuk berbagai ukuran diameter pipa dan biasanya dimulai dari ukuran terkecil 1/2″ hingga 200″.. Begitu juga untuk jenis material pipa, clamp on ultrasonic flow meter ini bisa dipasang dipipa dari materal carbon steel, stainless steel, PVC, HDPE, tembaga atau lainya.

DSC_0483DSC_0463

 

Berikut ini langkah langkah Installasi ultrasonic flow meter clamp on

  • Sebelum melakukan pemasangan flow meter sebaiknya dipastikan dulu kelengkapan dari flow meter ultrasonic yang kita beli, untuk jenis transit time ultrasonic flow meter biasanya terdiri dari 3 komponan utama yaitu 1 set transducer atau lebih, 1 set cable dan 1 unit ultrasonic transmitter. Dan jangan lupa accesorie slain yang dibutuhkan seperti bracket, clamp on dan ultrasonic gel.
  • Tetukan  lokasi pipa yang akan di pasang transducer dimana kita harus mengikuti persyaratan jarak upstream dan down stream agar aliran dalam pipa dipastikan aliran laminer.
  • Tentukan jenis instalasi transducer yang biasanya ada menggunakan Type  Z ( berseberangan ), Type V ( sejajar ).
  • Ukur Diameter Luar Pipa dan tebal pipa setelah itu masukan parameter tersebut pada ultrasonic transmitter
  • Masukan jenis material pipa , jenis liner , jenis cairan dan tandai jarak trasnducer.
  • Siapkan pembersih permukaan pipa sperti amplas dan bersihkan permukaan pipa yang akan di pasang transducer
  • Pemasangan transducer dilakukan dengan pengikatan dengan clamp on yang banyak terdapat dipasaran.
  • Lakukan setting pada unit pengukuran sesuai dangn yang kita inginkan yaitu satuan velocity, flow rate  dan satuan totalizer ( volume), kita bisa memilih satuan metrik atau british liter, m3, galon, barrel dll serta satuan waktu seperti menit, jam, detik dan hari.
  • Langkah selanjutnya adalah menyeting cut of dan damping yang di ikuti dengan mereset flow rate dan totalizer.
  • Untuk flow meter yang dilengkapi dengan data logger bisa disetting sistem penyimpanan riwayat data perwaktu tertentu.
  • Untuk yang membutuhkan analog out put sebaiknya disetel juga ke 4-20 mA dan dilakukan pengecekan ampere atau volt nya.
  • Untuk mengetahui kwalitas dari aliran sebaiknya dilakukan pengecekan kekuatan signal dan jika signal yang didapatkan kurang bagus hendkanya dilakukan pengecekan ulang ke parameter2 seperti dimeter pipa, tebal pipa, jenis pipa dan jenis cairan.
  • Setelah semua di cek setting dari satuan pembacaan, output analog bisa dilanjutkan dengan memasang trasnmitter pada panel dan cable conduite agar terlindungi dari cuaca buruk serta memasang bracket transducer ( pelincung transducer) agar posisi transducer tidak mudah berubah.
  • Dan jangan lupa semua langkah diatas dilakukan pada kondisi aliran dalam pipa harus berhenti tidak bolah ada aliran. Untuk mengetahui normal tidaknya signal sebaiknya di baca manual operasional dimana standart dari kekuatan signal ultrasonic disesuaikan dengan persyaratan dari manufacture masing masing.

 

Xonic 10L flow meter.JPG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s